by

Membuktikan Lezatnya Resep Bakmi Jawa Rumah Makan Kelapa Gading

Pagelaran Dieng Culture Festival, yang diadakan setiap bulan Agustus, memang selalu menyedot perhatian masyarakat. Tak heran jika mereka rela datang dari seluruh penjuru Indonesia, karena Dieng memang memiliki sejuta pesona. Di bulan Agustus, Anda bisa merasakan senasi hidup di Eropa. Karena di bulan tersebut, Dieng akan membeku, bahkan kadang sampai ke titik 0 derajat celsius. Atau bahkan minus. Pulang dari Dieng Culture Festival, jika merasa lapar, maka Anda bisa mencoba Bakimi jawa Ala Rumah Makan Kelapak Gading. resep bakmi jawa yang ada di sana, hmm. Dijamin membuat Anda ketagihan.

Kami, bersama rombongan berkesempatan untuk mencicipinya. Kata penduduk setempat, Rumah Makan Kelapa Gading belum lama berdiri. Lokasinya ada di Jalan Raya Kertek, Wonosobo. Tepatnya di depan Pasar Kentang, Desa Binangun. Lokasinya tepat di pinggir jalan. Tidak susah menemukannya. Bahkan, sangat mudah. Selain ada resep bakmi jawa sederhana, rumah makan ini memiliki sajian lain yang tentu saja tidak kalah enaknya. Meski sederhana, tetap saja, rasanya bintang lima.

Suasana rumah makan kelapa gading Wonosobo. Foto dokumentasi pribadi

Kami tiba di tempat, sekitar pukul 17 lebih 38 menit. Tepatnya magrib. Sebab, saat kami dan rombongan sampai di sana, azan magrib berkumandang, bersahutan. Meski sudah lapar, Yusuf sang pemandu mengajak kami untuk salat magrib dahulu. Sembari menunggu masakan matang.

Resep Bakmi Jawa Rumah Makan Kelapa Gading

Sekilas, rumah makan ini berkonsep saung. Namun di bagian depan, lebih tepat disebut restaurant. Menarik sekali, konsep warna merah mencolok, dipadukan dengan suasana saung yang indah, dan adem. Tentu saja membuat kami tidak sabar untuk segera menyantap makanan. Lebih gilanya, suhu udara di Wonosobo sedang berada di titik 14 derajat celsius.

Menatap langit, seusai salat magrib membuat hati teduh. Ayem sekali. DItambah suasana gazebo yang sangat eksotis. Yusuf sang pemandu, mengajak kami pindah ke Gazebo saja. Gazebo ini, berada di atas air dan dikeliling dengan kolam. Sangat indah.

Suasana Gazebo Rumah Makan Kelapa Gading Wonosobo. Foto dokumentasi pribadi

Ternyata, ketika kami salat makanan sudah siap. Memang sudah agak dingin, kendati begitu, kami heran dengan kecepatan pelayanannya, dan juga keramahannya. Di kota kecil begini, di bawah kaki Gunung Sindoro, ada rumah makan dengan pelayanan sekelas bintang 5?

Yusuf tersenyum kecil, ketika tahu keherananku. Baginya, Wonosobo memang kota kecil. Tapi bukan berarti tidak ada yang berjiwa besar.

Menarik, begitu kataku. Dan pesanan pengganjal perut malam itu hanya ada dua jenis. Pertama nasi goreng ayam, ayam geprek pedas. Dan bakmi jawa. Inilah yang akan jadi ajang pembuktian. Karena Yusuf mengatakan, bakimi jawa di rumah makan Kelapa Gading, juara di Wonosobo. Makanya, kami penasaran. Pesanan kami malam itu hanya air putih, jus. Sudah. Dua jenis makanan itu yang akan membungkam rasa lapar yang sejak asar melanda.

Bakmi Jawa dan Ayam Geprek level pedas

Tes rasa pertama, dengan sesendok Bakmi goreng jawa. Kami yang sudah terbiasa mencicipi makanan kota besar langsung hafal. Kalau Bakmi jawa, dominan dengan rasa manis. Hanya saja, racikan bumbunya memang legit sekali. Manisnya tidak begitu, rasa udang gerusnya juga sangat terasa. Resep bakmi jawa di sini, agak beda, memang.

Mie yang dipakai bulat dan besar. Tapi empuk, tidak begitu kenyal. Suwiran daging ayam yang ada, cukup membuat lidah bergoyang. Ukruannya sangat jelas rasa ayamnya. Lidah kami, langsung bereaksi, Bakmi akan nikmat kalau dicampur nasi. Nah, sepiring nasi goreng pun menjadi tes kedua.

Sepiring nasi goreng ayam. Foto dokumentasi pribadi

Yang tidak kami bayangkan, ternyata porsinya jumbo. Jadi, meski langsung menyendok, dalam hati kami berfikir, bagaimana cara menghabiskannya? padahal sepiring nasi goreng hanya 17 ribu saja. Harga yang sangat murah jika dilihat dari yang kami dapatkan.

Rasa nasi goreng cenderung standar. Bahkan masih kalah dengan nasi goreng Alun-alun Sumberan, Wonosobo. Yang penjualnya wanita tua, dengan penyakit parkinson. Tapi tunggu. Setelah 3 suapan, kami mendapati nasi goreng di sini seperti menyembunyikan rasa aslinya.

Curang sekali. Untuk mendapatkan rasa asli nasi goreng di sini, Anda harus melalui 3-4 sendok suapan dulu, baru akan terasa kalau dia lebih mirip dengan nasi goreng Jepang. Iya, tidak seperti umumnya nasi goreng ayam ala jawa, yang dominan bawang putih. Teksture nasi empuk, dan mawut. Sekali lagi, sangat mawut. Tidak keras.

Keajaiban rasa kembali muncul, ketika kami memadukan nasi goreng dengan bakmi jawa. Seperti paduan antara timur dan barat. Asin dan manis. Iya, enak sekali. Rasa cemas karena porsinya yang banyak hilang sudah. Tidak butuh waktu lama, kami berhasil menuntaskan semua pesanan. Bahkan, Yusuf sempat meminta tambahan ayam gepreknya.

 

Sepiring ayam geprek level pedas rumah makan Kelapak Gading. Foto dokumentasi pribadi

Rahasia di Balik Lezatnya Bakmi Goreng Jawa RM Kelapa Gading

Rumak makan ini, berdiri belum lama. Bahkan belum genap 1 tahun. Namun, dalam waktu singkat ini, sudah berhasil menarik hari pecinta kuliner. Yang makan di sini, bukan hanya penduduk lokal. Namun juga para backpaker dan pendaki gunung.

Nah, bagi beberapa orang yang kami temui, salah satu Andalan di rumah makan ini, adalah Bakmi Goreng Jawanya. Lalu, apa sih yang menjadikannya nikmat? resep bakmi jawa di sini, memang beda dari umumnya.

Salah satu analisis kami, karena perpaduan bumbunya. Dia memakai campuran udang, dan juga beberapa bumbu dapur yang diolah dalam keadaan segar. Udang, akan membuat aroma wangi, selain itu, penggunaan bawang merah, putih dan yang lainnya tidak terlalu over.

Apa yang kami kira, diaminkan oleh salah satu rekan kami. Menurut dia, udang yang dipakai justru udang rebon. Tentu saja kualitasnya bukan yang biasa. Maka, masakan semakin enak dan lezat.

Lokasi Rumah Makan Kelapa Gading

Menuju rumah makan ini, Anda tidak akan mendapatkan kesulitan. Apalagi jika Anda membawa kendaraan sendiri. Atau jika tidak, Anda bisa naik grab. Wonosobo sudah semakin berkembang, Grab dan ojek online lokal sudah banyak.

Atau jika Anda ingin naik kendaraan umum, silakan cari bus jurusan Magelang, Purworejo, atau angkutan umum berwarna kuning. Dan bumper depannya warna merah. Penduduk lokal menyebutnya colt jurusan kertek. Alamatnya pun mudah dijangkau. Pasar kentang Binangun. Sudah. Sesampai di sini, orang pasti kenal. Bahkan Anda akan mendapati papan nama besar di pinggir jalan. Harga menu di sini, cukup murah. Dengan uang 15 ribu Anda sudah bisa makan enak, kenyang lagi.

Acara makan kami, selesai dengan azan isya berkumandang. Kami bersama rombongan salat isya. Kemudian melanjutkan perjalanan. Dalam hati berkata, ingin kembali lagi ke rumah makan Kelapa Gading, jika ke Wonosobo. Nah, jika Anda ingin makan enak, murah, setelah plesiran di Dieng, cobalah ke sini. Dijamin Anda akan merasakan kenyamanan, kenyang, dan tentu saja semua itu bisa dibayar dengan uang kurang dari 100 ribu untuk 5 orang. Murah bukan? sangat murah. Makanya, kami rekomendasikan untuk Anda semua.

Rumah Makan Kelapa Gading

Alamat: Jl. Raya Kertek-Wonosobo, Binangun, Wonosobo, Jawa Tengah

Buka: Jam 08.00 WIB – 21.00 WIB

Comment

Tidak Kalah Menarik