by

Mitos atau Fakta: Pisang Krispi Saung Bu Mansur Selalu Bikin Kangen Banjarnegara

Banjarnegara adalah salah satu kota di Jawa Tengah. Jumat (3/8/2018), kami mendapatkan undangan untuk diskusi dengan kelompok penulis di kota dawet ayu tersebut. Perjalanan kami tempuh cukup singkat, hanya 40 menit dari pusat kota Wonosobo. Pertemuan diadakan di Saung Bu Mansur. Sebuah Saung di kota Banjarnegara, terkenal dengan pisang krispi dan bakaran ikannya. Resep pisang krispi enak dan renyah, begitu kira-kira yang pernah kami dapatkan dari teman di sana.

Saung Bu Mansur terletak tak jauh dari Stadion Seomitro Kolopaking. Letaknya strategis. Tidak ramai, dan tidak juga sepi. Nah, lokasi ini juga menjadi tujuan terbaik. Menurut rekan dari GKDN (Guru Keren Doyan Nulis) Saung Bu Mansur termasuk rumah makan teramai di Banjarnegara. Selain murah, lokasinya luas, serta sangat kondusif, jadi baguslah kalau dijadikan tempat makan, pertemuan acara tertentu dan lainnya. Tentu saja salah satunya karena adanya pisang krispi renyah dan enak. Padahal, kami sudah paham benar reseppisang krispiyang enak. Selain doyan makan, kami juga bisa masak sendiri.

Baca jugaMembuktikan Lezatnya Resep Bakmi Jawa Rumah Makan Kelapa Gading

Pertemuan yang semula direncanakan jam 2 sore, maju lebih cepat. Karena kami langsung menuju lokasi setelah salat Jumat. Ternyata di sana sudah berkumpul beberapa orang. Yang tidak kami sangka, tepat waktunya serta minat mereka untuk mengadakan diskusi santai.

Ada Rahasia Dibalik Resep Pisang Krispi?

Tidak perlu menunggu lama, sajian pertama yang datang adalah pisang krispi, sesuai dengan janji dari rekan GKDN di Banjarnegara. Tidak perlu lama juga, kami menyeruput air putih hangat dan seiris pisang krispi. Kesan pertama, pisang ini lebih mirip dengan roti.

Padahal menurut pelayannya, pisang ini hanya pisang diiris tipis, kemudian digoreng bersama dengan tepung. Dan dibuat krispi. Gilanya lagi, pisang ini digoreng tanpa ada tambahan gula, namun rasanya manis. Tidak begitu manis, sedang saja.

Bagi kami, justru rasa tengah-tengah inilah yang membuat menarik. Rasa manisnya pun spesial. Kami yakin, ini rasa asli, bukan dengan pemanis buatan atau semisalnya. Maka, tak perlu lama, seporsi pisang krispi habis oleh kami. Bu Amin dan rekan GKDN yang lain tertawa riang. Kami juga senang dengan semua sajiannya.

Pisang Krispi dan air putih Saung Bu Mansur, Banjarngera. Foto dokumentasi pribadi

Bu Amin, salah satu rekan GKDN Banjarngera, terpaksa memesan kembali pisang krispi. Kali ini bukan cuma 1 porsi, namun 3 sekaligus. Dan menurutnya, beliau ingin membuat kami puas. Agar tidak ada rasa sesal jika sampai di rumah nanti. Tekstur pisang kripsi agak keras, kendati begitu, kami menilainya renyah.

Usai menyantap pisang krispi renyak kriuk. Sajian kedua datang, kali ini ada ikan bakar dan juga beberapa sayuran khas dari Saung. 5 orang, makan bersama. Rasa ikan bakar, sambal juga tidak kalah lezat. Lalapan mentah lengkap banget. Mulai timun, sayuran hijau, sampai kacang panjang mentah juga ada. Semuanya lezat.

Ikan bakar memiliki cita rasa utama manis, tapi tidak terlalu. Dan inilah nilai plusnya menurut kami. Mengingat di Jawa Tengah, terutama daerah Banyumasan, rasa sayuran lebih cenderung manis.

Ikan bakar, memiliki tekstur empuk. Siraman bumbunya meresap banget. Rasa pedas dari sambal setan, memaksa kami tambah nasi sampai 2 kali. Sayuran berupa cah kangkung tak ketinggalan, kami melahapnya dengan rasa puas., Cita rasa yang disajikan bukan rasa keumuman. Enak.

Makan bersama hanya berlangsung singkat, karena tujuan kami adalah untuk mengadakan diskusi kepenulisan. Setengah jam untuk makan, lanjut sesi berikutnya berupa tanya jawab. Kami membuka pertemuan dengan menceritakan pesan dari para penulis dunia seperti Ernest Milller Hemingway, Kurt Vonnegut dan yang lainnya.

Pisang Kripsi Saung Bu Mansur Banjarnegara

Satu persatu rekan GKDN Banjar mengajukan pertanyaan. Diskusi berlangsung menarik sekali. Sesekali canda tawa mengiringi. Dan tentu saja, tak lupa pisang krispi yang ada, kami santap. Menurut Bu Amin, satu porsi pisang krispi renyah dibanderol hanya 5 ribu.  Harga yang murah sekali, untuk sebuah citarasa yang tidak biasa.

 

Pertemuan 2 jam memang terasa singkat. Apalagi diskusi berlangsung dengan sangat meriah.

Antusias rekan GKDN Banjarnegara patut diacungi jempol. Mereka para guru yang notabene sibuk. Namun mereka selalu menyempatkan untuk menulis.

Pada pertemuan itu, banyak hal hal yang kami dapatkan. Salah satunya, ternyata ada Saung yang naman dan memiliki makanan enak di Banjarnegara. Selama ini, yang kami tahu hanya daerah Alun-alun dan sekitarnya. Atau sop iga yang ada di jalan Purwokerto.

Lokasi Saung Bu Mansur Banjarnegara

Saung ini buka dari pagi, sekitar jam 8 pagi. Tutup jam 9 atau bahkan jam 10 malam. Lokasi bisa disebut terpencil. Ada di pinggiran kota.

Meski begitu, lokasi ini justru membuat suasana makan jadi enak. Karena hawanya sejuk, serta lestari sekali. Pemandangan juga elok, hijau. Saung terdiri dari banyak Gazebo. Anda bisa memilih salah satu gazebo yang ada. Atau bahkan menenpati ruangan panjang yang ada di depan.

Untuk menuju ke lokasi, lebih mudah memakai kendaraan sendiri. Angkutan umum jarang. Kalau ingin cepat bisa naik grab atau ojek online. Andai Anda menaiki kendaraan sendiri, tidak jauh. Semua orang di Kota Banjarnegara kenal dengan Saung.

Saung berada di Kecamatan Parakan Canggah. Tempat asyik, murah, dan menunya? wah, jangan tanya. Menunya sangat melimpah. Mulai dari yang ala ndeso, sampai yang ala modern juga ada. Wajar sih, kalau  banyak penggemarnya. Bahkan, ketika kami di sana, sedang ada rapat MGMP para guru bahasa Indonesia.  Penasaran dan ingin tahu alamat tepatnya?

Alamat Saung Bu Mansur:

 Saung Bu Mansur Banjarnegara
Jl. Kedasih No. 55 Tretek, Parakancanggah
Kota Banjarnegara, Jawa Tengah 53415
Telp (0286) 595055
Jenis Rumah Makan, kuliner
Rumah makan yang bernuansa alami

Akhir Kata dalam Diskusi

Karena hari sudah sore, dan azan asar sudah berkumandang, maka pertemuan di hari Jumat ditutup. Akhir kata dalam diskusi adalah, kami disuruh ke sana lagi. Meski belum berjanji, ada satu kesan bagi kami, pisang krispi Saung Bu Mansur Banjarnegara bikin selalu ingin kembali.

Entahlah, ini mitos atau fakta? atau bisa jadi kami saja yang sedang lapar. Untuk membuktikannya, cobalah Anda datang sendiri. Terutama jika sedang melakukan perjalanan ke kota asal dawet ayu ini. Penduduknya ramah, jangan pernah takut tersesat. Di manapun Anda bertanya rute jalan, pasti akan diberitahu dengan senyuman manis. Semanis pisang krispi yang selalu dirindukan.

Perjalanan pulang ke Wonosobo kami lakukan usai salat asar. Sepanjang perjalanan, dalam hati berkata harus mencari resep pisang krispi renyah paling mudah dibuat. Jujur saja, rasa penasaran dan lidah ini membuat kami berjanji pada rekan GKDN Banjarnegara, kami akan kembali untuk mengadakan pertemuan rutin sekaligus mencicipi renyahnya pisang krispi saung Bu Mansur gratisan. Hehe…

Comment

Tidak Kalah Menarik